Khao Piak Sen: Hidangan Hangat dari Laos yang Bikin Jatuh Cinta di Suapan Pertama

Jika Indonesia punya soto ayam, Jepang punya ramen, dan Vietnam punya pho, maka Laos punya satu hidangan berkuah yang begitu dicintai hingga dianggap comfort food sejati: Khao Piak Sen. Makanan ini mungkin belum terlalu populer di Indonesia, tetapi bagi para pelancong Asia Tenggara—terutama yang pernah singgah di Vientiane atau Luang Prabang—Khao Piak Sen adalah hidangan yang sulit dilupakan. Tekstur lembutnya, gurih kaldunya, dan aromanya yang khas membuat siapa pun yang mencicipinya merasa seperti pulang ke rumah.
Artikel ini mengajak kamu mengenal lebih dekat kuliner khas Laos ini: mulai dari sejarah, bahan pembuatan, cita rasa, hingga alasan mengapa hidangan ini layak dicari saat berkunjung ke Laos atau negara-negara sekitarnya.
Apa Itu Khao Piak Sen?

Khao Piak Sen adalah sup mie beras tradisional dari Laos. Nama “Khao Piak Sen” secara harfiah berarti “beras yang diremas menjadi mie”. Tidak seperti mie beras biasa, mie Khao Piak Sen memiliki tekstur yang lebih kenyal, tebal, dan sedikit lengket karena adonan mie tidak dicuci setelah dimasak. Hal ini membuat kuahnya memiliki sedikit kekentalan alami yang justru menjadi ciri khas utamanya Wikipedia.
Dalam banyak budaya Asia, mie kuah biasanya disajikan dengan bahan yang cukup kompleks. Tapi Khao Piak Sen justru mencuri perhatian lewat kesederhanaannya: mie beras segar, kaldu ayam atau babi yang gurih, bawang goreng, daun bawang, dan tambahan jeruk nipis. Kombinasi itu saja sudah cukup membuat semangkuk Khao Piak Sen terasa hangat dan memanjakan lidah.
Sejarah dan Asal Usul
Sejarah Khao Piak Sen tidak dapat dipisahkan dari budaya Lao yang kuat dengan tradisi memasak berbahan dasar beras. Masyarakat Laos percaya bahwa makanan terbaik adalah makanan yang dibuat dengan tangan sendiri. Tidak heran, mie Khao Piak hampir selalu dibuat secara manual—dari merendam beras, menggilingnya hingga menjadi bubur halus, lalu mencetaknya menjadi mie.
Hidangan ini awalnya adalah sajian rumahan yang dibuat untuk keluarga saat cuaca dingin atau ketika ada anggota keluarga yang sakit. Namun, karena rasanya ringan dan mudah dicerna, Khao Piak Sen kemudian berkembang menjadi makanan yang dijual di warung-warung kecil, bahkan menjadi hidangan sarapan favorit masyarakat Laos.
Ciri Khas Rasa Khao Piak Sen
Bagi yang baru pertama kali mencicipi, Khao Piak Sen mungkin mengingatkan pada perpaduan antara kwetiau kuah, pho, dan bubur ayam. Namun tetap ada karakteristik yang membedakannya.
1. Kuah Ringan tapi Gurih
Kaldu biasanya dibuat dari ayam kampung yang dimasak perlahan bersama bawang putih, jahe, dan tulang ayam. Hasilnya adalah kuah yang bening, gurih, dan harum alami.
2. Mie yang Kenyal dan Sedikit Lengket
Mie Khao Piak Sen berbeda dari kwetiau biasa. Mienya lebih tebal dan tidak dicuci sehingga tepung beras yang tersisa memberi sedikit kekentalan.
3. Aroma Rempah yang Halus
Tidak sekuat pho yang menggunakan star anise, kuah Khao Piak lebih bersih dan ringan, cocok untuk yang tidak suka aroma rempah berlebihan.
4. Topping yang Sederhana tapi Menggugah Selera
Beberapa topping umum antara lain:
Irisan ayam rebus
Daun bawang dan ketumbar
Bawang goreng
Jeruk nipis
Kecap asin atau fish sauce
Cabai bubuk atau sambal lokal Laos
Kombinasi topping ini memberikan keseimbangan antara gurih, segar, dan sedikit asam dalam satu mangkuk.
Cara Membuat Khao Piak Sen (Versi Rumahan)

Meski terlihat sederhana, butuh ketelatenan untuk membuat semangkuk Khao Piak yang autentik. Berikut gambaran umum prosesnya.
1. Membuat Mie Beras
Inilah bagian yang menjadi “jiwa” dari hidangan.
Beras direndam selama 3–4 jam.
Beras digiling hingga menjadi pasta lembut.
Campuran ini dicetak menjadi mie panjang menggunakan teknik tradisional atau alat sederhana.
Mie direbus sebentar hingga matang.
Mie buatan sendiri inilah yang memberikan pengalaman berbeda dibanding menggunakan mie kemasan.
2. Membuat Kaldu
Rebus ayam kampung bersama bawang putih, bawang merah, jahe, dan sedikit garam.
Masak hingga ayam empuk dan kaldu menjadi bening.
Ayam bisa disuwir dan digunakan sebagai topping.
3. Penyajian
Mie dimasukkan ke mangkuk.
Siram dengan kaldu panas.
Tambahkan suwiran ayam dan berbagai topping segar.
Sajikan bersama jeruk nipis untuk memperkuat rasa.
Aromanya langsung menggugah selera begitu kuah panas bertemu bawang goreng dan rempah.
Mengapa Khao Piak Sen Begitu Populer?
Bukan hanya masyarakat Laos yang menyukai hidangan ini. Wisatawan dari seluruh dunia sering merindukan Khao Piak setelah mencicipinya. Ada beberapa alasan mengapa hidangan ini begitu memikat.
1. Comfort Food yang Sesungguhnya
Khao Piak Sen sering dianggap sebagai sup penghangat tubuh, cocok disantap pagi hari atau ketika hujan. Rasanya ringan namun tetap memberi rasa kenyang.
2. Cocok untuk Semua Usia
Anak-anak hingga lansia bisa menikmatinya. Bahkan banyak orang menyebut Khao Piak sebagai “makanan saat sakit” karena kuahnya yang menenangkan.
3. Cocok untuk Lidah Asia Tenggara
Rasanya tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Ada sensasi soto kuah bening dengan mie yang kenyal—perpaduan yang terasa akrab di lidah.
4. Murah dan Mudah Ditemukan di Laos
Hanya dengan 1–2 dolar, kamu sudah bisa mendapatkan seporsi Khao Piak hangat yang porsinya mengenyangkan.
Khao Piak Sen vs Pho vs Kwetiau Kuah
Banyak orang mengira Khao Piak Sen mirip pho dari Vietnam. Padahal keduanya berbeda. Berikut perbandingannya:
| Hidangan | Tekstur Mie | Kuah | Rempah | Ciri Khas |
|---|---|---|---|---|
| Khao Piak Sen | Kenyal, tebal, agak lengket | Ringan | Halus | Hangat, creamy alami dari tepung |
| Pho | Tipis, licin | Bening | Rempah kuat | Wangi star anise & kayu manis |
| Kwetiau Kuah | Pipih, licin | Beragam | Minimal | Lebih gurih/berminyak |
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa Khao Piak Sen punya keunikan tersendiri.
Tempat Terbaik Menikmati Khao Piak Sen di Laos
Jika suatu hari kamu berkunjung ke Laos, berikut beberapa kota terbaik untuk mencicipinya:
1. Vientiane
Sebagai ibu kota, banyak warung yang menawarkan Khao Piak autentik. Biasanya buka pagi-pagi sekali.
2. Luang Prabang
Di sini banyak turis mencoba Khao Piak Sen sebagai sarapan sebelum naik ke gunung atau mengunjungi air terjun Kuang Si.
3. Savannakhet
Area ini terkenal dengan gaya memasak kaldu yang lebih gurih dan kaya rasa.
Tidak hanya di Laos, kamboja, Vietnam, bahkan Thailand bagian utara juga mulai menjual Khao Piak dengan modifikasi lokal.
Khao Piak Sen Kini Mendunia
Popularitas Khao Piak meningkat seiring berkembangnya wisata Asia Tenggara. Banyak food vlogger memasukkan hidangan ini ke dalam daftar “must-try Asian noodle soup”. Bahkan beberapa restoran fusion Asia mulai mengadaptasi hidangan ini, menambahkan topping modern seperti jamur shiitake, telur setengah matang, hingga daging panggang.
Namun, bagi pecinta kuliner sejati, versi terbaik tetaplah versi tradisional yang disajikan panas-panas di pagi hari, disruput bersama aroma khas bawang goreng dan daun bawang segar.
Kesimpulan
Khao Piak bukan sekadar mie kuah. Ini adalah wujud budaya Laos yang sederhana namun penuh kehangatan. Tekstur mie yang unik, kaldu yang gurih, dan cara penyajian yang sederhana membuat hidangan ini menjadi comfort food yang dicintai banyak orang.
Bagi pecinta kuliner Asia, Khao Piak adalah salah satu makanan yang wajib masuk dalam daftar pencarian. Dan jika kamu ingin mencoba sensasi berbeda dari pho atau ramen, semangkuk Khao Piak Sen adalah pilihan yang sempurna—hangat, lembut, dan bikin rindu setiap suapan.
Baca fakta seputar : Culinary
Baca juga artikel menarik tentang : Jalabia Gula Aren: Camilan Tradisional yang Tetap Dicari di Era Modern
