Konro Bakar Makassar: Sensasi Iga Sapi Pedas yang Menggoda Selera 2026

Konro Bakar

Indonesia dikenal dengan kekayaan kulinernya yang luar biasa. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki ciri khas makanan yang unik dan menggugah selera. Salah satu kuliner yang memikat hati pecinta kuliner Nusantara adalah Konro Bakar, hidangan yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Bagi pecinta daging, terutama iga sapi, konro menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari hidangan bakar lainnya.

Sejarah Konro Bakar

Sejarah Konro Bakar

Konro Bakar sebenarnya merupakan salah satu varian dari Konro, yang secara tradisional dikenal sebagai sup iga khas Makassar. Kata “konro” sendiri berasal dari bahasa Bugis yang berarti “iga”. Dahulu, konro dimasak sebagai sup berkuah hitam pekat yang kaya rempah. Kuah hitam ini didapat dari kluwek, sejenis buah yang banyak digunakan dalam masakan Nusantara untuk memberikan warna dan aroma khas.

Seiring berjalannya waktu, inovasi kuliner membuat konro tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk sup. Konro Bakar lahir dari ide untuk memberikan sensasi yang lebih “pedas dan berasap” dengan cara memanggang iga sapi yang telah dibumbui. Cara ini membuat daging tetap juicy di dalam, namun memiliki aroma bakaran yang khas di luar. Konro kini menjadi ikon kuliner jalanan maupun restoran premium di Makassar Cookpad.

Bahan dan Rempah Khas Konro Bakar

Keunikan konro terletak pada bumbu dan rempahnya. Bumbu utama biasanya terdiri dari campuran:

  • Bawang merah dan bawang putih, yang digoreng atau dihaluskan untuk dasar rasa.

  • Ketumbar, lada hitam, dan jintan, memberikan aroma hangat yang khas.

  • Kunyit dan jahe, menambah rasa hangat dan sedap.

  • Kluwek, terkadang tetap digunakan untuk memberi rasa unik walau dalam versi bakar tidak sekuat sup.

  • Kecap manis dan madu, sebagai olesan saat proses pembakaran untuk mendapatkan karamelisasi yang menggoda.

Selain bumbu, pemilihan iga sapi yang berkualitas sangat menentukan cita rasa konro . Iga muda yang empuk dan memiliki sedikit lemak biasanya menjadi pilihan terbaik, karena bisa menyerap bumbu dengan sempurna dan tetap lembut setelah dibakar.

Cara Memasak Konro Bakar

Cara Memasak Konro Bakar

Membuat konro memang membutuhkan ketelitian. Prosesnya dimulai dengan merebus iga dalam air yang diberi bumbu rempah agar daging menjadi empuk dan meresap rasa. Setelah itu, iga dipanggang di atas arang atau grill sambil diolesi bumbu khusus hingga menghasilkan aroma bakar yang menggugah selera.

Tips penting saat membakar konro adalah mengatur api agar tidak terlalu besar. Api yang terlalu besar bisa membuat bagian luar iga gosong, sementara bagian dalam belum matang sempurna. Oleh karena itu, proses pembakaran biasanya dilakukan dengan api sedang hingga kecil, sambil sering dibolak-balik dan diolesi bumbu agar iga matang merata dan bumbu menempel sempurna.

Sensasi Rasa Konro Bakar

Rasa konro sangat khas. Dagingnya empuk, beraroma rempah, dan memiliki lapisan karamelisasi manis dan gurih di bagian luar. Pedasnya bumbu meresap ke dalam iga, namun tetap seimbang dengan rasa manis dari kecap atau madu. Bagi penggemar pedas, biasanya konro disajikan dengan sambal kacang khas Makassar atau sambal rawit yang menambah sensasi hangat di lidah.

Keistimewaan lainnya adalah tekstur daging yang juicy, berbeda dari iga bakar biasa yang kadang terasa kering. Kombinasi rempah yang kuat dan proses pemanggangan membuat konro  menjadi salah satu hidangan yang sulit dilupakan setelah dicoba sekali.

Konro Bakar di Kuliner Modern

Di era modern, konro bakar tidak hanya dinikmati di rumah makan tradisional, tetapi juga hadir di restoran dan street food modern. Beberapa tempat bahkan menambahkan inovasi baru, seperti:

  • Konro bakar pedas manis dengan saus barbeque ala Makassar, untuk penggemar rasa fusion.

  • Konro bakar dengan nasi hangat dan lalapan, sehingga menjadi paket makan lengkap.

  • Konro bakar mini atau tapas, cocok untuk acara santai atau pesta.

Popularitas konro bakar juga didorong oleh media sosial. Banyak food blogger dan pecinta kuliner yang membagikan video atau foto konro dengan tekstur daging yang juicy dan bumbu yang menempel sempurna, membuat siapa pun yang melihatnya ingin segera mencicipi.

Konro Bakar Sebagai Bagian dari Wisata Kuliner Makassar

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar, mencicipi konro adalah wajib. Selain rasanya yang nikmat, pengalaman menikmati konro di kota asalnya memberikan nilai budaya tersendiri. Banyak rumah makan di Makassar yang masih mempertahankan cara tradisional membuat bumbu, sehingga cita rasa konro bakar tetap autentik.

Beberapa tempat legendaris yang terkenal dengan konro antara lain Konro Karebosi, Konro Bang Syamsu, dan Konro Maros. Tidak jarang wisatawan rela antre hanya untuk mendapatkan iga bakar yang empuk, beraroma rempah, dan memiliki rasa yang khas ini.

Tips Menikmati Konro Bakar

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat menyantap konro bakar, perhatikan beberapa hal:

  1. Nikmati selagi hangat, karena rasa daging dan aroma bakar paling maksimal saat baru matang.

  2. Padukan dengan nasi putih hangat atau ketupat, agar bumbu meresap sempurna dan rasa pedasnya seimbang.

  3. Coba variasi sambal khas Makassar, seperti sambal lado atau sambal kacang, untuk sensasi pedas yang berbeda.

  4. Gunakan tangan jika ingin menikmati iga secara tradisional; sensasi mengupas daging langsung dari tulangnya menambah kenikmatan.

Kesimpulan

Konro bakar bukan sekadar hidangan daging panggang biasa. Ia merupakan perpaduan seni kuliner dan budaya Makassar, di mana iga sapi dipadu dengan bumbu rempah tradisional, kemudian dipanggang hingga menghasilkan aroma dan rasa yang menggugah selera. Dari sejarahnya sebagai sup konro hingga inovasinya menjadi konro bakar modern, hidangan ini membuktikan bahwa kuliner Indonesia selalu bisa berkembang sambil tetap menjaga akar tradisi.

Bagi siapa pun yang mencintai kuliner Nusantara, konro bakar wajib dicoba. Sensasi gurih, pedas, dan manis berpadu sempurna, menjadikannya pengalaman makan yang tak terlupakan. Apakah Anda siap merasakan kelezatan konro bakar?

Baca fakta seputar : Culinary

Baca juga artikel menarik tentang : Kopi Espresso Based: Seni, Rasa, dan Cerita di Balik Setiap Tegukan

Author